Cari Blog Ini

Rabu, 29 Oktober 2014

Wahai bapak ibu guru, utamakan proses, bukan hasil!



Apa akibatnya jika kita mengetahui ketepatan dan bukannya proses belajar perseorangan? Mari kita lihat:

                Guru taman kanak-kanak Budi bertanya kepada anak-anak sekelas, “Berapa satu tambah satu?” Merasa yakin tahu jawabannya, Budi hampir tidak dapat tetap duduk di kursinya karea melambaikan tangan dengan kalut. Gurunya akhirnya menyebut namanya, dan dengan penuh percaya diri Budi tersenyum dan menjawab “Satu tambah satu sama dengan tiga!” Gurunya tersenyum dengan simpatik sambil berkatan, “Bukan, itu salah. Santi, kamu tahu tidak, jawaban yang benar?” dan seterusnya. Sementara itu, anak-anak lian diam-diam menertawakan Budi dan seluruh pengalaman tersebut mengubah dirinya. Sekarang, dengan merasa kalah dan mendapat pelajaran penting, dia berkata pada dirinya, “Jangan berbuat itu lagi! Jangan mengangkat tangan kecuali jika kau sangat yakin jawabanmu tepat.” Jadi dia tidak melakukannya lagi, dan sikap ini menempel terus. Budi telah mengasosiasikan pengakuan dengan keTEPATan dan dia menyimpan yang dia pelajari untuk dirinya sendiri.

                Tanggapan apa yang sebaiknya diberikan gurunya yang mengakui usahanya ke arah belajar, tetapi tetap memberitahukan jawabannya tidak tepat?
Sambil tersenyum guru Budi dapat berkata, “Budi, kamu sudah maju sekali! (pujian) Tiga adalah jawaban satu tambah DUA, tapi kita belum sampai kesana. Wah, cepat sekali kamu maju. Jadi, jika satu tambah DUA adalah tiga, bagaimana kalau kita mundur sedikit ke satu tambah satu? Apa jawabannya menurut kamu?

Sumber : dePorter, B dkk. 1999. Quantum Teaching. Kaifa: Jakarta

Senin, 27 Oktober 2014

Jika kita tahu mengapa kita belajar...

Jika kita tahu mengapa kita belajar dan alasannya sesuai dengan kebutuhan, maka kita akan belajar dengan cepat dan mendalam. -Sal Khan

Apakah anda sudah bisa menjawab pertanyaannya?

"Mengapa anda belajar?"

"Kebutuhan apa yang bisa anda penuhi dengan belajar?"

"Pernahkah anda belajar dengan cepat dan mendalam?"

#think #pikirkan
#LearnSomethingEveryday

fb.com/GEFIndonesia

Jumat, 24 Oktober 2014

Happy Weekend

Selamat beristirahat dan merawat diri.
Selamat bermain dan bercengkerama dengan keluarga.
Selamat mendidik dan belajar di rumah.

Selamat akhir pekan!
Happy Weekend!