---- Suasana malam ini terasa berbeda, bukan malam yang hening lagi, bukan malam dengan sinar rembulan dan kerlingan bintang, bukan malam yang dingin lagi. Udara malam yang hangat dan penuh debu. Debu itu menutupi tanah lapang dan sungai di pinggir desa yang porak-poranda diterjang bencana alam. Tidak terdengar lagi suara canda tawa bocah-bocah yang sore tadi berlarian di lapangan. Terdengar suara gemuruh dan gemuruh yang terdengar angkuh tak peduli, tangisan dan jeritan penduduk desa melihat rumah dan sanak keluarga yang tidak selamat. Semua penghuni desa berlarian menuju mobil polisi yang sudah siap mengangkut para pengungsi, walau ada juga penduduk yang bertahan di samping rumahnya yang sudah rata dengan tanah, menangisi sanak keluarganya yang tidak selamat dalam rumahnya itu.
Di pinggir jalan, beberapa penduduk desa duduk sambil menangis dan terlihat hampir putus asa menunggu datangnya mobil bantuan yang lain. Terlihat seorang suami yang memeluk anak dan istrinya, mencoba menenangkan mereka yang menangis ketakutan. Seorang kakek membawa cucunya yang sudah pucat pasi dalam pelukannya. Dan di sebelah kakek itu, terlihat seorang perempuan yang tergeletak tak berdaya, dengan darah yang keluar dari hidungnya, matanya merah terbelalak, mulutnya yang terbuka kaku dan tidak bergerak sama sekali. ----
Sebenernya paragraf ini adalah tugas Bahasa Indonesia, tapi mungkin bakal bermanfaat buat yang lain...
makasih udah baca...:)
nb: kalo mau ngopi paste gpp, tapi jangan lupa berkunjung ke blog ini lagi ya...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar