Assalamualaikum Wr Wb
Yang terhormat Kepala Desa Karanganyar
Yang terhormat Kepala RW dan RT Desa Karanganyar
Serta Bapak, Ibu dan Teman-teman yang sedang berbahagia
Puji syukur kehadirat Allah yang telah memberikan rahmat, hidayah dan inayahnya, sehingga kita masih dalam iman islam, dan telah diberikan kesehatan sehingga kita bisa berkumpul dalam majlis ini.
Shalawat serta salam semoga tetap tercurahkan keharibaan Rasulullah SAW yang telah membimbing kita dari jalan yang gelap kepada jalan yang terang benderang yakni agama Islam.
Hadirin yang berbahagia
Pada tanggal 17 Agustus 1945, Indonesia telah memplokamirkan dirinya sebagai negara yang ada, negara yang merdeka, negara yang di akui keberadaannya. Dan 64 tahun kemudian, Apakah Indonesia tetap menjadi negara merdeka? Tentu, sudah jelas 64 tahun yang lalu, telah dibacakan proklamasi kemerdekaan Indonesia. Namun apakah Indonesia masih merdeka dalam arti yang sebenarnya?
Menurut kami, makna dari merdeka adalah, bebas dari segala bentuk penjajahan. Sekarang jika kita melihat apa yang sedang terjadi di Indonesia, sudah pasti Indonesia belum bebas dari segala bentuk penjajahan. Itu artinya Indonesia belum merdeka.
Buktinya dapat kita lihat di sekitar kita. Memang penjajahna fisik sudah tidak ada lagi. Penjajahan selain fisik, yang sedang menguasai negara kita.
Yang dekat sajalah, misalnya penjajahan ekonomi, banjir barang luar negeri yang semakin mematikan pedagang dalam negeri. Tidak bisa kita pungkiri, banyak orang yang lebih bangga memakai barang luar negeri. Ada juga yang malah sengaja belanja di negeri orang, untuk di pamerkan saat sudah pulang ke Indonesia. Yang seperti inilah yang bisa menjadikan para pedagang dalam negeri, mau tidak mau menirukan produk luar untuk menyainginya. Membentuk mental peniru, yang sudah banyak kita temui. Misalnya, banyak sepatu palsu yang merupakan tiruan dari mode luar negeri.
Tanpa sadar, kita juga di cekoki budaya luar negeri. Mereka bangsa-bangsa yang tidak suka akan kemajuan Indonesia, mengahancurkan budaya kita dengan meluncurkan segala bentuk tindakan yang destruktif. Seperti freesex, narkoba, dugem, balap liar, ataupun mode yang mungkin menjadi contoh yang sangat nyata yang tampak jelas. Dengan trik sederhana, melalui film, majalah, kartun, komik, sepak bola, pergaulan, internet dll.
Pertanyaannya, apakah kita sudah menyadarinya? Syukurlah kalau anda sudah menyadarinya. Selanjutnya, yang harus kita lakukan adalah mengingatkan saudara kita yang lain, akan bahaya yang tadi sudah saya sebutkan.Setelah itu, hendaknya kita bersama-sama melakukan filtrasi terhadap budaya yang berasal dari luar. Contohnya saja, sekarang para remaja lebih suka memakai mode atau tren luar, memakai pakaian seperti celana jeans, pakaian yang tidak sopan, pakaian yang tidak mencerminkan pribadi Indonesia. Setelah filtrasi dilakukan, sisanya budaya yang baik saja yang kita pakai, mungkin itu bisa memperbaiki kehidupan kita menjadi lebih baik. Seperti, ketekunan dalam belajar, yang dilakukan para pelajar di negara Jepang.
Hadirin sekalian,
Penjajahan jenis lain, dalam bidang sosial politik. Yaitu seperti, pada saat Bapak Presiden mengutuk dan mendesak israel untuk menghentikan agresinya ke Lebanon dan Palestina, israel hanya cuek saja. Memandang sebelah mata, Indonesia yang hanya negara berkembang, negara dunia ketiga, meremehkan Indonesia, seolah-olah berkata, ”Siapa sih lho?”
Penjajahan politik terkait dengan wibawa Indonesia di mata Internasional. Saat ini, Indonesia seakan tidak ada wibawanya sama sekali. Indonesia yang kita banggakan, yang mempunyai tanah yang subur dan kaya akan Sumber Daya Alam, ternyata hobinya ngutang, selalu minta bantuan negara lain.Bagaimana bisa mempunyai wibawa, jika negara kita suka ngutang.
Hadirin yang kami hormati
Dari paparan diatas, hendaknya bisa membuat kita introspeksi diri, apakah kita termasuk warga negara yang membuat Indonesia semakin terpuruk, atau bahkan menjadi warga negara yang merusak negara ini. Pasti tidak ada di antara kita, ataupun warga negara yang lain, yang tidak menginginkan negara ini tidak merdeka. Sekaranglah tugas kita bersama-sama memperbaiki negara Indonesia tercinta kita.
Mari kita mulai dari diri kita sendiri, mulai dari hal yang kecil yang bisa kita lakukan. Misalnya yang sedang anda dengar. Atau bisa dengan langkah keteladan. Cobalah mengurangi ketergantungan terhadap orang lain, sedikit demi sedikit, Indonesia akan meraih Kemerdekaan dalam arti yang sebenarnya.
Hadirin yang berbahagia
Semoga apa yang saya sampaikan ini, bisa bermanfaat. Mohon maaf atas segala kekurangannya. Dan semoga dengan apa yang kita lakukan, walau hanya hal kecil bisa membuat Indonesia pada kemajuan. Amin.
Selamat Siang
Wassalamualaikum Wr Wb
Tidak ada komentar:
Posting Komentar