Kanker leher rahim (Kanker Serviks) adalah tumor ganas pada leher rahim/serviks (bagian terendah dari rahim yang menempel pada puncak vagina) yang disebabkan oleh Human Papiloma Virus (HPV).
Kanker Serviks ini biasanya menyerang wanita berusia 35-55 tahun. Namun, tidak menutup kemungkinan menyerang pada ibu yang banyak anak, mereka yang sering melakukan hubungan seks dan berganti-ganti pasangan, serta pemakai pil KB yang berlebihan. Pada umumnya mereka yang terserang penyakit ini mengalami gejala-gelaja sebagai berikut :
- perdarahan vagina yang abnormal, terutama diantara 2 menstruasi, setelah melakukan hubungan seksual dan setelah menopause;
- menstruasi abnormal (lebih lama dan lebih banyak);
- keputihan yang menetap, dengan cairan yang encer,berwarna pink, coklat, mengandung darah atau hitam serta berbau busuk.
Dan pada stadium lanjut mengalami :
- nafsu makan berkurang, penurunan berat badan, kelelahan;
- nyeri panggul punggung dan tungkai;
- dari vagina keluar air kemih atau tinja.
Badan Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan, saat ini penyakit Kanker Serviks menempati peringkat teratas di antara berbagai jenis kanker yang menyebabkan kematian pada perempuan di dunia. Bahkan, Indonesia merupakan negara dengan jumlah penderita kanker serviks yang tertinggi di dunia. Mengapa bisa begitu berbahaya? Karena, Kanker Serviks sulit sekali dideteksi sebelum penyakit mencapai stadium lanjut, yang terjadi lima sampai dua puluh tahun setelah penderita terjangkit HPV . Oleh karena itu, setiap wanita dianjurkan melakukan Pap Smear Test mulai dari usia dua puluh tahun. Selain itu, pencegahan lain yang dapat digunakan adalah sebagai berikut :
- Tidak berganti-ganti pasangan dalam hubungan seks
- memakai pembalut dengan kualitas baik (tidak terbuat dari bahan yang berbahaya)
- tidak menggunaka sabun khusus untuk membersihkan bagian kewanitaan.
Karena menurut dr. Putu Sudarsana, Sp. OG dari SMF/Bagian Kebidanan dan Penyakit Kandungan RSUD Singaraja, bahwa umumnya sabun khusus wanita mengandung zat yang dapat membunuh kuman dan bakteri. Namun sayangnya, zat ini membunuh semua bakteri, padahal tidak semua bakteri jahat yang berada pada vagina, melainkan ada juga bakteri baik yang menguntungkan bagi vagina.
Ada beberapa metode pengobatan untuk Kanker Serviks, yaitu sebagai berikut : pembedahan (dilakukan pengankatan sel kanker), penyinaran (menggunakan sinar radioaktif yang bisa merusak sel kanker), kemoterapi (menggunakan obat-obatan sitostatik), serta terapi biologi (dengan memperkuat sistem kekebalan tubuh).
--- Yah, ini memang tugas B.Indonesia, maaf kalo ada yang salah. Kalo mau copy paste, yang penting jangan lupa dateng ke blog ini lagi ya,,,,---
Tidak ada komentar:
Posting Komentar